RSS

Mengenal Hukum Islam

14 Mei

HUKUM ISLAM

A. Pengertian
Hukum:
Seperangkat norma/peraturan yang mengatur tingkah laku manusia dengan manusia lain.
Bentuk hukum ada 2:
1. Hukum tertulis : undang-undang
2. Hukum tak tertulis : hukum adat
Hukum Islam:
 Hukum yang bersumber dari agama Islam, dimana konsepsi, dasar, dam hukumnya berasal dari Allah.
 Ditetapkan berdasar wahyu-wahyu Allah
 Mengatur hubungan manusia – manusia lain (masyarakat), manusia dg diri sendiri, manusia – Allah
Istilah hukum Islam:
Syariat, hukum syara’, fiqh
Syariat (addiin atau almillah):
Segala sesuatu yang ditetapkan Allah, dibawa para Nabi termasuk nabi Muhammad, yang berkaitan dengan teknik amal perbuatan (ilmu fiqh), keimanan (ilmu kalam).
Hukum syara’:
Firman Allah yang mengikat orang mukallaf, berupa,
– Hukum taklifi (hukum pembebanan)
– Hukum wadl’iy (hukum penetapan khusus)
Macam hukum taklifi:
1. Wajib/ijab : dilakukan +, ditinggalkan –
2. Sunnah/mandub : dilakukan +, ditinggalkan 0
3. Mubah/ibahah : dilakukan 0, ditinggalkan 0
4. Makruh/karahah : dilakukan 0, ditinggalkan +
5. Haram/tahrim : dilakukan -, ditinggalkan +
Macam hukum wadl’iy:
1. As-sabab (sebab) : datangnya suatu faktor sebagai sebab datangnya hukum
Misal, kegiatan musafir menjadi sebab gugurnya kewajiban puasa ramadhan hari itu
2. As-syarath (syarat) : suatu faktor sebagai syarat datangnya hukum
Misal, akad nikah sebagai syarat adanya talak/perceraian
3. Al-mani’ (penghalang) : suatu faktor sebagai penghalang datangnya hukum
Misal, membunuh sebagai penghalang seseorang memiliki hak waris dari orang yang dibunuh
4. ‘Azimah (ketetapan reguler) : hukum tanpa ada relevansi khusus dengan hal apapun
Misal, hukum wajibnya rakaat shalat lima waktu tidak disebabkan, disyaratkan, atau dihalangi oleh relevansi apapun
5. Rukhsoh (dispensasi) : suatu faktor sebagai hal yang memperingan suatu hukum
2
Misal, perjalanan (shafar) menjadi faktor memperingan dalam bentuk jama’ qoshor
6. As-shihhah (valid/absah) : suatu kriteria syarat dan rukun sebagai faktor absahnya hukum
Misal, syarat rukun shalat yang telah dipenuhi sebagai faktor sahnya shalat
7. Al-Buthlan (batal) : suatu faktor sebagai pembatal datangnya hukum
Misal, tidak dibacanya Al Fatihah menjadi faktor batalnya shalat
Fiqh:
– Pengetahuan yang berkaitan dengan hukum syara’ yang praktis dan terperinci
– Dihasilkan dari proses rasional dan ijtihad manusia
– Bersifat instrumental dengan ruang lingkup terbatas pada perbuatan manusia
– Tidak berlaku abadi, tergantung tempat dan masa
Contoh Fiqh: empat madzab,
1. Syafii : oleh Muhammad idris As-syafi’i
2. Hanafi : oleh Abu Hanifah
3. Maliki : oleh Malik bin Anas
4. Hambali : oleh Ahmad bin Hanbal
Sifat hukum Islam (menurut Tahir Azhari):
1. Bidimensional : mengandung aspek kemanusiaan dan ketuhanan sekaligus
2. Adil : mengutamakan keadilan
3. Transendental : diikat oleh wahyu Allah
B. Ruang lingkup hukum Islam
Menurut HM Rasyidi:
1. Munakahah : hukum perkawinan
2. Wirasah : hukum waris
3. Jinayat : hukum tindak pidana
4. Al-ahkam as-sulthoniyah : hukum ketatanegaraan
5. Siyar : hukum peperangan
6. Mukhassamat : hukum tata peradilan
Menurut Fathi Osman:
1. Al ahkam as-syakhsiyah : hukum perorangan
2. Al ahkam al-madaniyah : hukum kebendaan
3. Al ahkam al-jinaiyah : hukum pidana
4. Al ahkam al-murafaat : hukum perdata
5. Al ahkam al-dusturiyah : hukum tata negara
6. Al ahkam al-iqtishadiyah : hukum ekonomi dan keuangan
C. Tujuan hukum Islam
Menurut Abu Ishaq as-Shatibi:
1. Memelihara agama
2. Memelihara jiwa
3. Memelihara akal
4. Memelihara keturunan
5. Memelihara harta
3
D. Sumber Hukum Islam
Sumber hukum Islam:
1. Al Quran
2. As sunnah Dalil naqli
3. Al Ijtihad Dalil aqli
E. Implementasi hukum Islam di Indonesia
Hukum Islam benar-benar telah diimplementasikan secara konstitusional yuridik dalam bentuk:
– Hukum perkawinan : UU no. 1 tahun 1974
– Hukum wakaf : PP no. 28 tahun 1977
– Peradilan agama : UU no. 7 tahun 1989
– Kompilasi hukum Islam : Inpres no. 1 tahun 1991
– Pengelolaan zakat : UU no. 38 tahun 1999
– Penyelenggaraan haji : UU no… tahun 1999
F. Fungsi Hukum Islam
Fungsi hukum Islam:
1. Fungsi Ibadah : sebagai alat untuk menegakkan ibadah
2. Fungsi amar ma’ruf nahi munkar : perintah kebaikan dan pencegah kemunkaran
3. Fungsi zawajir : sebagai alat penjeraan
4. Fungsi tandzim wa ishlah al-ummah: penataan organisasi dan rehabilitasi masyarakat

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14/05/2011 in Hukum Islam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: